Kau Pergi Tanpa Alasan, dan Aku Mencari Jawabannya di Setiap Mimpi Aula Emas Istana Ming bersinar di bawah cahaya ratusan lilin. Lantai ma...

SERU! Kau Pergi Tanpa Alasan, Dan Aku Mencari Jawabannya Di Setiap Mimpi SERU! Kau Pergi Tanpa Alasan, Dan Aku Mencari Jawabannya Di Setiap Mimpi

SERU! Kau Pergi Tanpa Alasan, Dan Aku Mencari Jawabannya Di Setiap Mimpi

SERU! Kau Pergi Tanpa Alasan, Dan Aku Mencari Jawabannya Di Setiap Mimpi

Kau Pergi Tanpa Alasan, dan Aku Mencari Jawabannya di Setiap Mimpi

Aula Emas Istana Ming bersinar di bawah cahaya ratusan lilin. Lantai marmernya memantulkan bayangan para pejabat yang berkerumun, tatapan mereka TAJAM bagai belati terhunus. Di tengah kemegahan yang mencekam ini, Putri An Li berdiri. Gaun sutra merahnya menyapu lantai, kontras dengan raut wajahnya yang pucat. Ia baru saja kehilangan Chen Yi, putra mahkota yang dicintainya, yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak.

Chen Yi, pewaris takhta yang karismatik dan cerdas, adalah dunianya. Cinta mereka tumbuh di balik dinding istana, dilindungi dari intrik dan perebutan kekuasaan yang menggerogoti setiap sudut. Mereka berjanji setia, saling mengikatkan diri dalam simpul yang mereka kira takkan terurai. Namun, Chen Yi LENYAP.

"Dia pasti diculik," bisik Ibu Suri, suaranya dipenuhi kekhawatiran yang dibuat-buat. An Li tahu, di balik tirai sutra dan senyum palsu, istana ini penuh dengan pengkhianat. Setiap orang memiliki agenda tersembunyi, dan cinta mereka mungkin hanya menjadi pion dalam permainan takhta yang kejam.

An Li mulai menyelidiki. Setiap malam, ia bermimpi tentang Chen Yi, tentang mata hitamnya yang hangat, tentang senyumnya yang menenangkan. Namun, dalam mimpi itu pula, ia melihat bayangan-bayangan gelap, mendengar bisikan ancaman, dan merasakan bahaya yang mengintai. Mimpi-mimpi itu adalah petunjuk, potongan-potongan puzzle yang harus ia rangkai.

Ia menemukan surat-surat rahasia, perjanjian terlarang, dan saksi-saksi yang ketakutan. Semua mengarah pada satu kesimpulan mengerikan: Chen Yi dikhianati oleh orang terdekatnya. Mungkin, bahkan oleh seseorang yang ia cintai.

Selama pencariannya, ia bertemu dengan Wei Jun, seorang jenderal muda yang setia dan berani. Wei Jun diam-diam mencintai An Li, tetapi ia tahu cintanya takkan terbalas. Namun, ia berjanji akan melindunginya, bahkan dengan nyawanya sendiri. Wei Jun menjadi mata dan telinga An Li, membantunya mengungkap kebenaran di tengah labirin kebohongan.

An Li semakin dekat dengan jawaban, tetapi bahaya juga semakin mengancam. Ia menyadari bahwa ini bukan hanya tentang cinta, tetapi juga tentang kekuasaan. Cinta Chen Yi telah menjadi permainan takhta, di mana setiap janji adalah pedang bermata dua.

Akhirnya, ia menemukan dalang di balik semua ini: Ibu Suri. Ternyata, ia bersekongkol dengan klan utara untuk menjatuhkan Chen Yi dan menggantikannya dengan putranya yang lain, yang lebih mudah dikendalikan.

Di malam yang dingin dan penuh perhitungan, An Li menghadapi Ibu Suri di Aula Emas.

"Kau pikir aku lemah, Nyonya?" tanya An Li, suaranya tenang tetapi mematikan. "Kau salah. Kau meremehkanku."

An Li, yang selama ini dianggap lemah dan penurut, ternyata menyimpan rahasia yang lebih besar. Ia telah belajar politik istana dari Chen Yi, menguasai seni manipulasi dan strategi. Ia telah mengumpulkan bukti-bukti kejahatan Ibu Suri, dan kini saatnya untuk membalas dendam.

Dengan gerakan elegan dan dingin, An Li memerintahkan pengawal untuk menangkap Ibu Suri dan para pengkhianat lainnya. Di mata An Li tidak ada ampun, hanya api balas dendam yang membara.

"Aku akan memastikan kau membayar atas apa yang kau lakukan pada Chen Yi," bisik An Li, suaranya bagai desiran angin maut.

Ibu Suri hanya bisa menatap ngeri saat takhtanya runtuh di sekelilingnya. An Li, yang dulunya adalah bidak, kini menjadi ratu yang tak terkalahkan.

Dan ketika An Li naik ke takhta, memimpin kerajaan yang rapuh ini menuju masa depan yang tidak pasti, ia tahu bahwa sejarah baru saja menulis ulang dirinya sendiri, meninggalkan sebuah pertanyaan BESAR yang menggantung di udara: Apakah ini awal dari kedamaian, atau hanya awal dari perang yang lebih dahsyat?!

You Might Also Like: 91 Rahasia Skincare Lokal Dengan

0 Comments: