Aula Emas Istana Purnama bagaikan mulut naga yang menganga. Cahaya mentari senja menari-nari di atas pilar-pilar berlapis emas, memantulkan...

Drama Seru: Janji Yang Kumasak Dalam Api Dendam Drama Seru: Janji Yang Kumasak Dalam Api Dendam

Drama Seru: Janji Yang Kumasak Dalam Api Dendam

Drama Seru: Janji Yang Kumasak Dalam Api Dendam

Aula Emas Istana Purnama bagaikan mulut naga yang menganga. Cahaya mentari senja menari-nari di atas pilar-pilar berlapis emas, memantulkan kemewahan yang MENYESAKKAN. Namun, di balik kemegahan itu, aroma pengkhianatan menguar pekat. Tatapan para pejabat, setajam belati terhunus, mengawasi setiap gerak-gerik. Bisikan-bisikan halus, bagai desiran angin malam, membawa rahasia kelam di balik tirai sutra yang menjuntai anggun.

Di tengah pusaran intrik istana, terjalinlah benang merah takdir antara Putri Meng Xiaoyu dan Jenderal Wei Jun. Xiaoyu, dengan senyumnya yang mampu meluluhkan baja, dan Wei Jun, dengan ketegasan yang mampu menaklukkan gunung, seharusnya menjadi simbol persatuan dan kemakmuran. Namun, cinta mereka adalah PERMAINAN takhta yang berbahaya. Setiap janji yang terucap, bagaikan pedang bermata dua, siap mengiris hati dan menghancurkan impian.

"Xiaoyu," Wei Jun berbisik di bawah rembulan pucat, tangan kanannya menggenggam erat tangan Xiaoyu yang halus. "Aku bersumpah akan melindungimu, selamanya."

Xiaoyu membalas tatapannya, matanya berkilauan di balik cadar sutra. "Wei Jun, kekuatanku adalah cintamu. Tanpamu, aku hanyalah debu yang diterbangkan angin."

Namun, janji bukanlah jaminan di Istana Purnama. Ambisi merebut takhta merajalela, dan Xiaoyu, yang dianggap lemah dan naif, menjadi bidak yang mudah dikorbankan. Wei Jun, terperangkap dalam jaring-jaring pengkhianatan, dipaksa menyaksikan Xiaoyu menderita. Api dendam mulai membara di dalam hatinya. Dia bersumpah akan membalas semua penderitaan Xiaoyu, bahkan jika itu berarti menumbangkan seluruh dinasti.

Bertahun-tahun berlalu. Wei Jun, dengan kecerdasan dan kekuatan yang terasah oleh penderitaan, naik ke puncak kekuasaan. Dia menjadi Kaisar Wei Jun, penguasa yang disegani dan ditakuti. Namun, dendamnya tak pernah padam. Dia membangun dinasti baru di atas puing-puing pengkhianatan, menciptakan neraka bagi para musuhnya.

Kemudian, suatu malam, di Aula Emas yang dulu dipenuhi kebohongan, Kaisar Wei Jun berhadapan dengan sosok yang selama ini dianggapnya telah tiada. Putri Meng Xiaoyu berdiri di hadapannya, bukan sebagai wanita lemah yang dikasihani, melainkan sebagai PEREMPUAN yang memegang kendali. Tatapannya dingin, senyumnya tipis, dan di tangannya tergenggam racun mematikan.

"Wei Jun," suara Xiaoyu bagai desiran angin es. "Kau telah menuntaskan dendammu. Sekarang, giliran aku."

Wei Jun tertegun. Dia baru menyadari bahwa selama ini, dia hanyalah bidak dalam permainan yang lebih besar. Xiaoyu, dengan keanggunan yang mematikan, telah merencanakan balas dendamnya sejak lama. Dia memanfaatkan cinta Wei Jun, penderitaannya, dan ambisinya untuk mencapai tujuannya.

Dengan satu tegukan anggur yang telah diracuni, Xiaoyu mengakhiri segalanya. Tubuh Wei Jun ambruk ke lantai, matanya memandang Xiaoyu dengan KEHERANAN yang tak terhingga.

Xiaoyu menatap jasad Wei Jun tanpa sedikit pun penyesalan. "Cintamu hanyalah alat untuk mencapai tujuan akhirku," bisiknya lirih. "Dan tujuan itu adalah… KEBEBASAN."

Sejarah mencatat bahwa Kaisar Wei Jun meninggal dunia karena penyakit misterius. Namun, di balik tirai sejarah yang penuh kepalsuan, JANJI YANG KUMASAK DALAM API DENDAM baru saja membakar semuanya.

...Dan takhta kini menjadi MILIKNYA.

You Might Also Like: Seru Sih Ini Cinta Yang Menghapus Nama

0 Comments: