Dulu, aku menatap langit bersamamu. Di bawah naungan pohon maple yang meranggas, kau berjanji padaku, "Bintang-bintang itu saksi, Aileen. Selamanya." Kata-kata itu terukir di hatiku, seindah ukiran nama kita di batang pohon yang sama. Namun, pohon itu kini mati, dan bintang-bintang itu… mereka semua PEMBOHONG!
Kau pergi. Meninggalkanku terdampar di lautan sunyi, hanya ditemani bayangan janji yang kau ingkari. Kau memilih kemewahan, kekuasaan, dan seorang wanita dengan nama besar, meninggalkan aku, Aileen, gadis desa yang mencintaimu dengan segenap jiwa.
Lima tahun berlalu. Aku bukan lagi Aileen yang dulu. Luka itu telah memolesku menjadi permata yang lebih keras, lebih berkilau, dan lebih… MEMATIKAN. Aku kembali, bukan untuk memohon, bukan untuk meratapi takdir, tapi untuk menyaksikanmu runtuh.
Malam ini, di pesta dansa megah yang kau gelar, mata kita bertemu. Ada sekelebat penyesalan di matamu, Kai. Sayang sekali, penyesalan itu datang terlambat.
"Aileen…" bisikmu, suaramu tercekat di tenggorokan.
Aku tersenyum manis, senyum yang telah kulatih di depan cermin selama ribuan malam. "Senang bertemu lagi, Kai. Atau haruskah aku memanggilmu Tuan Muda Li?"
Kau terdiam. Raut wajahmu pucat pasi, seolah melihat hantu. Hantu dari masa lalu yang kau coba kubur dalam-dalam.
Kemudian, musik berhenti. Lampu redup. Seorang pria dari departemen investigasi berdiri di tengah kerumunan, mengumumkan temuan mengejutkan: "Saudara perempuan Tuan Li, ditemukan melakukan penggelapan dana perusahaan selama bertahun-tahun. Semua aset Tuan Li akan dibekukan untuk penyelidikan lebih lanjut."
Kau menoleh padaku, mata berkilat marah dan putus asa. Kau tahu, kan? Kau tahu aku ada di balik semua ini.
Aku hanya mengangkat gelas sampanyeku, menatapmu lurus-lurus. "Takdir kadang lucu, bukan, Kai?"
Kau akan merasakan kehancuran yang kurasakan dulu, kehilangan yang menghantuimu setiap malam. Aku tidak melakukan apa pun. Biarkan saja sistem yang 'berperan'. Biarkan takdir yang menuntaskan keadilan.
Keadilan atau balas dendam? Mungkin, keduanya adalah dua sisi dari koin yang sama, dan aku akan terus memutarnya sampai aku tahu apakah aku masih mencintaimu atau membencimu... atau keduanya.
You Might Also Like: 5 Rahasia Mimpi Memelihara Ikan Badut
0 Comments: